JAWA TIMUR

30 persen ABG meninggal saat melahirkan

Selasa,  4 September 2012  −  20:25 WIB

30 persen ABG meninggal saat melahirkan

Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Pergeseran gaya hidup di Kota Pahlawan menjadi penyebab utama banyaknya anak di bawah umur mengenal dunia malam. Mereka tak lagi didasari atas lilitan kebutuhan ekonomi yang membuatnya masuk di jurang kegelapan.

Parahnya lagi, anak baru gede (ABG) yang terjerumus di dunia malam harus menerima kenyataan pahit dengan dihadapkan pada kematian. Sebab, dalam data terbaru di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya kalau kematian ibu melahirkan kini didominasi usia belia.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie menuturkan, kematian ibu melahirkan dalam setahun terakhir ini membuat keprihatinan tersendiri. Ironisnya, kematian ibu melahirkan itu malah terjadi pada kelahiran pertama.

"Dalam teori medis, kelahiran pertama itu harusnya lebih lancar, baru risiko kegagalan itu terjadi pada kelahiran selanjutnya," ujar Esty kemarin.

Dia melanjutkan, kematian pada kelahiran pertama itu yang membuat pemkot semakin yakin kalau anak-anak di bawah usia 17 tahun memiliki risiko kematian pada proses kelahiran. Bahkan, 30% dari total kelahiran yang menyebabkan sang ibu meninggal merupakan kelahiran pertama.

"Jadi kami memiliki kesimpulan awal kalau anak-anak yang sudah terjerembab dalam dunia hitam memiliki potensi yang besar untuk meninggal ketika bersalin," ungkapnya.

Untuk itu, katanya, butuh dukungan dari berbagai pihak dalam menyelamatkan kualitas hidup anak-anak. Peran serta orang tua dan sekolah memiliki andil besar dalam prilaku anak muda.

"Kami tetap ingin sejak SMP sudah ada pendidikan dan pemahaman tentang HIV-AIDS serta seksualitas. Jadi anak-anak tak salah dalam memilih langkah," katanya.

Sementara itu, pemkot langsung bergerak cepat dalam memberikan sanksi pada rekreasi hiburan umum (RHU) yang nakal. Beberapa RHU itu langsung ditutup karena tak memiliki izin dan ada yang memperkerjakan anak di bawah umur.

RHU yang ditutup adalah DAICHI Cafe langsung di-BAP karena tak memiliki izin, JUNGLE 2 Cafe di-BAP karena tak memiliki ijin, M2 Cafe mempunyai izin, JUNGLE 1 di-BAP meskipun mempunyai izin kepariwisataan namun ada minuman beralkohol tanpa miliki izin, DEVANA Cafe miliki izin, EMMA Cafe di-BAP karena tak miliki izin dan MM Cafe memiliki izin.

Kesemua RHU yang ditutup itu ada di kawasan Darmo Park Surabaya.

Kepala Bakesbanglinmas Kota Surabaya Soemarno menuturkan, RHU itu langsung kami tutup karena jadi pusaran trafficking atau perdagangan manusia. Banyaknya anak di bawah umur yang kami tangkap di sana menjadi referensi bagi kami untuk segera mengambil tindakan.

"Jadi kami tak berikan lagi toleransi, tak ada alasan apapun RHU memperkerjakan anak di bawah umur," tegasnya.

RHU yang ditutup Pemkot Surabaya

1.  DAICHI Cafe di-BAP karena tak miliki izin

2.  JUNGLE 2 Cafe di-BAP karena tak miliki izin

3.  M2 Cafe mempunyai izin

4.  JUNGLE 1 di-BAP dengan memiliki izin kepariwisataan namun ada minuman beralkohol tanpa miliki izin Bar

5.  DEVANA Cafe miliki izin

6.  EMMA Cafe di BAP tak miliki izin 

7.  MM Cafe memiliki izin

(san)

Bagikan artikel ini:

Facebook Twitter Google Pinterest
Berita Terkait
Kirim Komentar
Berita Lainnya
Berita Populer
Trending Topic
Berita Pilihan
Berita Terkomentari
Ikuti Juga
google plus twitter official android facebook page
Foto Terbaru
Innova Tabrak Indomaret, Seorang Kasir Terpental hingga Terluka

Jum'at, 19 September 2014 - 22:22 WIB

Milan vs Juventus: Ujian Berat Inzaghi dan Allegri

Jum'at, 19 September 2014 - 22:00 WIB

Video Terbaru
Milan vs Juventus: Ujian Berat Inzaghi dan Allegri

Sabtu, 20 September 2014 - 11:36 WIB